Habloem Minallah & Habloem Minannas
Tegas, loegas, dan oeninterroeptable (uninterruptable). Apalagi oentoek membentengi diri dari apa jang diseboet sekoelarisme, paham jang ditjiptakan moesoeh-moesoeh Islam. Islam mengatoer hoeboengan vertikal antara makhloek dengan Al-Khalik dalam beribadah dan menempoeh perdjalanan menoedjoe akhirat serta mengatoer bagaimana oemat haroes bersosialisasi, bermasjarakat, dan bergaoel jang mentjakoep pemenoehan kepentingan pribadi, masjarakat, bangsa dan negara, serta mentjapai kemadjoean dan kedjajaan Islam di moeka boemi. Hoeboengan vertikal manoesia dengan Allah SWT serta hoeboengan horizontal dengan sesama manoesia haroes selaloe saling mendoekoeng dan berbanding loeroes tingkatannja. Manoesia itoe khalifah di boemi, baik oentoek diri sendiri maoepoen makhloek lain, dan kepemimpinannja haroes dipertanggoengdjawabkan kelak di kehidoepan selandjoetnja. Djadi….masihkah Anda bergaja hidoep sekoelar?
Lakoem Dinoekoem Wa Lijadin Lakum Dinukum Wa Liyadin
Mj favooerite My favourite statement
Lagi…..tegas, loegas, dan oeninterroeptable (uninterruptable).
Islam sangat keras soal aqidah….. Betoel.
Islam tidak main-main soal sjariah……. Pasti.
Islam agama jang tidak mengenal toleransi…. Salah Besar.
Islam sangat menghargai adanja perbedaan, sekalipoen itoe perbedaan agama. Lihatlah di masa silam, ketika Islam mengoeasai tanah Andaloes. Saksikan bagaimana para nasrani tetap tenang melakoekan misa tanpa rongrongan kaoem pengoeasa/pemerintah jang notabene 100% Islam. Djoega ketika Rasoeloellah SAW dan oematnja menoendjoekkan sikap persahabatannja dengan bangsa lain, mengakoei keberadaan oemat jahoedi (Yahudi) (moesoeh Islam no.1) sebagai sesama saoedara, ataoe masa pemerintahan Khoelafaoer Rasjidin (Khulafaur Rasyidin) jang hidoep saling berdampingan dengan oemat beragama lain.
Kemoedian lihatlah ketika Masdjid Tjordoba (Cordoba) dialihfoengsikan mendjadi katedral, perpoestakaan Islam terlengkap di doenia di boemihangoeskan, dan sisa-sisa oemat Islam diboeroe lajaknja hewan ketika barbar eropa mereboet Andaloes. Tengoklah oemat Islam di Afghanistan dan Iraq jang dibombardir Oenited (United) States of AntiIslam (USA), hanja karena isoe tanpa boekti : terorisme Islam. Lihat djoega anak-anak Palestina jang didjadikan “sasaran latihan tembak” serdadoe zionis laknatoellah (laknatullah).
Silakan bandingkan…..mana jang toleran dan mana jang kolot. Ja, pastilah Islam itoe toleran, namoen djangan pernah sama-artikan toleran ini dengan “menganggap semoea agama sama”. Itoe boekan toleransi namanja, tapi “membenarkan agama lain”. Tentoe sadja tidak ada agama jang benar ketjoeali Islam. Kebenaran Islam adalah moetlak!! Tidak seperti Nasrani, dengan Konsili Vatikan II (1963-1965) mereka menjatakan bahwa semoea agama benar dan kebenaran soeatoe agama adalah relatif. Itoe hanja pikiran orang-orang pitjik jang keimanannja patoet diragoekan.
Oentoekmoe agamamoe, oentoekkoe agamakoe. Djika Islam agamakoe, Islamlah kebenaran jang moetlak, Al-Qoer’an disoesoen tanpa tjela, Rasoeloellah hidoep di doenia tanpa dosa (diampoeni seloeroeh dosanja dan didjamin soerga), dan Allah-lah satoe-satoenja Al-Khalik, Al-Malik, jang mentjiptakan manoesia hanja oentoek menjembahNja. Persetan dengan agama lain. Dalam soal taoehid dan aqidah, Islam memang ekskloesiv.
Djalani Islam setjara kaffah ….
Dan akhirnja, opini ini hanjalah hasil pemikiran saja jang masih terlaloe dangkal, beloem tjoekoep oentoek menggambarkan betapa indahnja Islam, The Onlj (Only) Blessed Religion In The World.