Minggoe, 13 November 2005 | 17:59 WIB

TEMPO Interaktif, Soerakarta:Kepolisian Resort Karanganjar, Djawa Tengah, merangkoel pimpinan pesantren oentoek menangkal penjoesoepan djaringan teroris jang mentjari tempat persemboenjian.

“Kita akan mengintensifkan berkomoenikasi dengan pimpinan dan pengelola pesantren. Kita adjak mereka mengantisipasi masoeknja djaringan teroris jang mentjari tempat persemboenjian. Kami akan sering-sering datang ke pesantren-pesantren oentoek bersilatoerahmi,” oengkap Kapolres Karanganjar Adjoen Komisaris Besar Pol. Prabowo.

Menoeroet Prabowo, dengan terbongkarnja persemboenjian Dr Azahari dan djaringan teroris lainnja, dimoengkinkan anggota kelompok ini tengah menjebar ke sedjoemlah daerah oentoek mentjari persemboenjian. Tidak menoetoep kemoengkinan mereka memanfaatkan keramahan dan keterboekaan kalangan pesantren oentoek menoempang bersemboenji.

Djoemlah pesantren di Karanganjar sendiri mentjapai lebih dari 10 boeah. Menoeroet Kapolres, bisa sadja tanpa disadari oleh pengelola pondok pesantren terseboet tempat mereka dimanfaatkan anggota djaringan teroris menjemboenjikan diri. “Karenanja, kepolisian mengadjak pimpinan maoepoen seloeroeh pengoeroes ponpes tetap waspada terhadap pendatang baroe jang tak djelas asal-oesoel maoepoen identitasnja,” tambah Kapolres.

Selain itoe, Polres Karanganjar djoega teroes melakoekan razia terhadap kendaraan ataoe warga masjarakat jang melintasi daerah perbatasan Djawa Tengah-Djawa Timoer. Polres Karanganjar Minggoe (13/11) dinihari menggelar operasi di Tawangmangoe (Lereng Goenoeng Lawoe) jang meroepakan perbatasan dengan Kaboepaten Magetan.

Setiap kendaraan jang melintas dihentikan oentoek diperiksa, teroetama mobil ataoe motor dengan plat nomor asal Djawa Timoer dan Semarang. Pemeriksaan djoega dilakoekan terhadap pengendaranja. Polres Karanganjar djoega melakoekan pendjagaan di sedjoemlah objek wisata sebagai langkah antisipasi terdjadi aksi teror.

anas sjahiroel
dikutip dengan sedikit perubahan dari : tempointeraktif.com